Executive Summary
Secara global, artificial intelligence (AI) telah berkembang dari sekadar teknologi menjadi faktor material dalam tata kelola perusahaan dan penilaian ESG. Munculnya berbagai regulasi dan prinsip internasional mendorong perusahaan untuk mengadopsi pendekatan Responsible AI yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan strategi bisnis, termasuk dalam pengelolaan risiko sosial, tata kelola, dan dampak lingkungan.
Di Indonesia, adopsi AI dalam konteks ESG masih berada pada tahap awal, dengan kebutuhan penguatan kebijakan, tata kelola, dan kesiapan ekosistem. Perusahaan yang lebih awal mengintegrasikan kebijakan AI, membangun struktur tata kelola, dan mengarah pada sertifikasi seperti ISO/IEC 42001 berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif dalam penilaian keberlanjutan. Baca selengkapnya dalam Sustainability Insight Report.
Full Data Access
Get in-depth data, latest policy analysis, and strategic steps to support your business resilience in this evolving sustainability era.
Send Report to My Email
*) Documents usually arrive in your email within 5 minutes.