Peran Tata Kelola dalam Mengubah Komitmen Keberlanjutan Menjadi Hasil yang Terukur dan Dipercaya

Peran Tata Kelola dalam Mengubah Komitmen Keberlanjutan Menjadi Hasil yang Terukur dan Dipercaya

Executive Summary

Tata kelola menjadi fondasi penting dalam memastikan komitmen keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi hasil yang terukur, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan standar global seperti G20/OECD Principles of Corporate Governance serta IFRS S1 dan IFRS S2 semakin menempatkan governance sebagai elemen utama dalam mengelola risiko, memperkuat akuntabilitas, dan menjaga kredibilitas inisiatif ESG.


Berbagai studi menunjukkan bahwa tata kelola yang kuat berkaitan dengan biaya modal yang lebih rendah, kinerja operasional yang lebih baik, serta meningkatnya kepercayaan investor. Di Indonesia, urgensi ini semakin relevan menjelang implementasi PSPK 1 dan PSPK 2 pada 2027, yang mendorong perusahaan memperkuat pengawasan, struktur pengambilan keputusan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan isu keberlanjutan.


Melalui Sustainability Insight Report #19, Olahkarsa membahas peran strategis tata kelola dalam mengubah komitmen keberlanjutan menjadi hasil yang terukur dan dipercaya, perkembangan standar governance global dan Indonesia, kaitannya dengan kinerja ESG, serta langkah penguatan tata kelola menuju penerapan standar keberlanjutan yang semakin terintegrasi.

Full Data Access

Get in-depth data, latest policy analysis, and strategic steps to support your business resilience in this evolving sustainability era.

Document Length: 13 Pages
File Format: PDF
Size: 1.8 MB
Prepared By: Tim Riset Olahkarsa
Language: Bahasa Indonesia

Send Report to My Email

*) Documents usually arrive in your email within 5 minutes.

Related Reports You Might be Interested In

What If Trump's Tariffs Return and How Ready is Indonesia to Become an ESG-Driven and Resilient Supply Chain Hub?

Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan “Reciprocal Tariffs” yang memicu gelombang baru proteksionisme global dan mendorong perusahaan menyusun ulang strategi rantai pasoknya. Dalam situasi ini, Indonesia dinilai memiliki pelua...

Read More

Harmoni ESG dan Target Pertumbuhan Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak harus bertentangan dengan keberlanjutan. Melalui harmonisasi antara prinsip ESG dan agenda pertumbuhan tinggi, Indonesia memiliki peluang untuk membangun ekonomi yang lebih resilien, inklusif, dan kompetitif.Namun,...

Read More

Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Era Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa

Pemberlakuan EUDR menjadi tantangan besar bagi Indonesia sebagai eksportir komoditas strategis seperti sawit, kayu, karet, kopi, dan kakao. Regulasi ini mewajibkan produk yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi, patuh pada hukum negara a...

Read More